Vampir Energi
Vampir energi merupakan penghisap energi. Golongan atau kelompok penghisap energi adalah mereka yang memiliki energi rendah. Bagaikan lembah, rendah. Mereka haus untuk menghisap energi dengan berbagai cara. Bergaul dengan kelompok ini, mereka yang memiliki energi lebih akan merasakan cepat lelah. Dan ketika energinya mulai terhisap, ditandai dengan cepat emosi atau kelabilan emosi.
Mereka yang energinya rendah banyak minta perhatian dengan berbagai cara. Ada yang melontarkan ekspresi negatif, ada yang dalam bentuk atau ekspresi menikah atau kawin lagi. Dan yang banyak orang lupa adalah metida mulai terlibat perdebatan dalam medsos.
Buku Meditasi dan Yoga Terbaik
Sarang Vampir Energi
Ya, media sosial atau medsos adalah sarang para vampir energi. Sering melontarkan berita tidak benar, yang hanya karena tidak suka pada seseorang menunjukkan bahwa dirinya sedang memiliki level energi rendah. Ia perlu mencari perhatian dari orang lain dengan melontarkan berita yang pada ujungnya membuat kekacauan. ia tidak bisa melihat sesuatu yang membangunkan kesatuan dalam suatu masyarakat.
Mereka yang sangat sering melihat medsos dan membaca berita-berita yang merusak ketenangan atau kedamain masyarakat adalah orang yang memiliki kualitas energi atau level energi rendah. So, tidak mengherankan hal ini terjadi. Law of attraction; hukum tarik menarik. Jenis energi akan berkumpul dengan jenis yang sama. Dengan kata lain, sesungguhnya seperti itulah kualitas energi yang dimiliki.
Banyak yang menawarkan diri berjualan jasa yang dibutuhkan oleh mereka yang masih pada cakra ke dua/seks. Karena memang di tempat ini tempat berkumpul pada vampir energi. Tidak mengherankan bila kemudian terjadi perselingkuhan dengan sering berinteraksi di medsos.
Dengan kata lain, sesungguhnya mereka yang sangat sering membuka dan memberikan komentar atau membuat status yang tidak membuat kedamaian sedang berupaya menyerap energi orang lain. Mereka orang kesepian. Orang kesepian butuh menyerap energi orang lain.
Ciri-Ciri
Dalam buku Fear Management by Anand Krishna, www.booksindonesia.com:
- Terjadinya short – supply of energy menciptakan rasa takut. Karena kekurangan energi, kita tercekam. Keberlangsungan hidup pun terasa terancam, lalu kita berusaha untuk ‘menarik’ energi secara paksa.
- Orang yang berpoligami atau berpoliandri sedang menarik energi.
- Ketika menarik energi dengan cara itu pun terasa belum cutup, kita menciptakakan konflik, friksi, perang. Dari adu pikiran dan ada mullet hingga ada otot, semuanya adalah urusan tarik-menarik energi. Merasa diri paling hebat merupakan bentuk kekurangan energi.
Solusinya ada di sini.